Menurut Kantor Berita ABNA, Selain itu tentang dukungan AS dalam serangan Daesh terhadap Al Hashd Al-Shaabi, Israel meresmikan pembukaan kedutaannya di Abu Dhabi, UEA menyetujui pembukaan kedutaannya di Tel Aviv, Dewan Gereja Timteng menyerukan pencabutan sanksi AS terhadap Suriah, suara ledakan keras terdengar di Riyadh dan Ansarullah menyambut langkah Italia menghentikan penjualan Senjata ke koalisi Saudi.
Kataib Hizbullah Sebut Tiga Aktor Negara di Balik Aksi Teroris Terbaru di Irak
Pejabat keamanan Kataib Hizbullah menyebut Amerika Serikat, rezim Zionis dan Arab Saudi sebagai aktor utama di balik serangan teroris baru-baru ini di Irak.
Saberin News melaporkan, Abu Ali Al-Askari di akun Twitternya pada Minggu malam menulis, "Kami tegaskan bahwa aktor di balik pembunuhan dan pembantaian massal adalah Zionis-Amerika-Saudi. Oleh karena itu, kami harus menyerang sumbernya bukan melakukan aksi balas dendam terhadap pelaku di lapangan saja,".
Al-Askari mengimbau kelompok perlawanan di kawasan untuk membalas darah para syuhada perlawanan dan tidak mundur dari jalur perjuangan ini.
Pada Sabtu malam, milisi kelompok teroris Daesh menyerang pasukan Brigade 22 Al-Hashd Al-Shaabi di provinsi Salah al-Din, yang menyebabkan 11 orang anggota gerakan perlawanan rakyat Irak gugur dan 12 orang lainnya terluka.
Ini Buktinya AS Dukung Serangan Daesh terhadap Al Hashd Al-Shaabi
Media Irak melaporkan bahwa serangan yang dilancarkan elemen kelompok teroris Daesh terhadap pasukan Al-Hashd al-Shaabi di provinsi Salah al-Din dilakukan dengan dukungan AS.
Milisi teroris Daesh yang masih tersisa di Irak menyerang posisi Brigade 22 Hashd al-Shaabi di daerah Himreen, Provinsi Salahuddin yang menyebabkan sembilan anggota pasukan mobilisasi rakyat Irak ini gugur dalam serangan tersebut.
Kantor Berita Al-Ahed News hari Minggu mengutip sumber keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya melaporkan bahwa kamera termal Al-Hashd al-Shabi memantau pendaratan helikopter militer AS di daerah pegunungan Himreen di provinsi Salah al-Din beberapa hari lalu.
Helikopter tersebut membawa bantuan senjata, dan peralatan untuk mendukung kelompok teroris Daesh.
Sumber keamanan mengatakan bahwa teroris Daesh menggunakan senjata berat dan berbagai senjata dalam serangan terhadap pasukan al-Hashd al-Shabi di Himreen.
Pasukan AS terus mendukung kelompok teroris untuk mengganggu keamanan dan mendapatkan kembali kendali atas daerah-daerah di provinsi Salah al-Din.
Sisa-sisa teroris Daesh masih tersebar di berbagai wilayah Irak dan melakukan serangan teror secara sporadis.
Daesh menyerang Irak pada tahun 2014 dengan dukungan dana dan logistik militer dari Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Arab Saudi.
Israel Resmikan Pembukaan Kedutaannya di Abu Dhabi
Kementerian Luar Negeri rezim Zionis menyatakan kedutaan Israel secara resmi dibuka di Abu Dhabi pada hari Minggu dengan kehadiran delegasi diplomatiknya.
The Jerusalem Post hari Minggu (24/1/2021) melaporkan, Eitan Na'eh menjabat sebagai kuasa usaha sampai duta besar tetap ditunjuk kementerian luar negeri Israel, menghadiri peresmian kedutaan Israel di Abu Dhabi.
Selama gedung permanen baru belum berdiri, kedutaan Israel akan dipimpin Eitan Na'eh dan berkantor di gedung sementara yang telah diresmikan kemarin.
Pembukaan kedutaan rezim Zionis di Abu Dhabi datang hanya beberapa hari setelah kedutaannya di Manama mulai beroperasi beberapa pekan lalu.
Pada saat yang bersamaan Dewan Kabinet Uni Emirat Arab (UEA) menyetujui pembukaan kedutaan negaranya di Tel Aviv.
Langkah UEA dan beberapa negara Arab lainnya yang menjalin normalisasi hubungan dengan rezim Zionis dipandang berbagai kalangan dunia Islam sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.
UEA Setujui Pembukaan Kedutaannya di Tel Aviv
Dewan Kabinet Uni Emirat Arab (UEA) menyetujui pembukaan kedutaan negaranya di Tel Aviv.
Reuters Minggu (24/1/2021) melaporkan, pemerintah UEA setuju untuk membuka kedutaan besarnya di Tel Aviv pada hari Minggu dalam pertemuan yang dipimpin oleh Emir Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum di Abu Dhabi.
Keputusan UEA dibuat untuk menarik dukungan dari pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden.
Sejauh ini, di bawah tekanan Amerika Serikat, empat negara Arab UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko telah mencapai kesepakatan dengan Israel tentang normalisasi penuh hubungan diplomatik.
Kesepakatan tersebut memicu penentangan luas di dunia Islam.
342/